http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

AS-China Panas Lagi, Indeks Shanghai Dibuka Melemah

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham China dan Hong Kong mengawali perdagangan hari ini, Rabu (9/10/2019), di zona merah. Pada pembukaan perdagangan, indeks Shanghai jatuh 0,39% ke level 2.902,08, sementara indeks Hang Seng melemah 0,6% ke level 25.736,88.

Memanasnya hubungan AS-China di bidang perdagangan menjadi faktor utama yang memantik aksi jual di bursa saham China dan Hong Kong. Hubungan antar kedua negara memanas menjelang negosiasi dagang tingkat tinggi yang dijadwalkan untuk mulai digelar pada hari Kamis (10/10/2019) di Washington.

Pemberitaan dari Bloomberg menyebut bahwa pejabat pemerintahan China telah memberi sinyal bahwa Beijing enggan untuk menyetujui kesepakatan dagang secara menyeluruh seperti yang diinginkan oleh Presiden AS Donald Trump.


Dalam pertemuan dengan perwakilan dari AS dalam beberapa minggu terakhir di Beijing, pejabat senior dari China telah mengindikasikan bahwa kini, materi-materi yang bersedia didiskusikan oleh pihak China dalam negosiasi dagang tingkat tinggi telah menyempit, seperti dilansir oleh Bloomberg dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Lebih lanjut, pemberitaan dari Bloomberg menyebut bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He telah menginformasikan kepada pihak AS bahwa dirinya akan membawa proposal kesepakatan dagang ke Washington yang tak memasukkan komitmen untuk merubah praktek pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China.

Padahal, praktek pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China oleh pemerintah merupakan salah satu hal yang sangat ingin diubah oleh AS. Kalau diingat, bahkan hal ini merupakan salah satu faktor yang melandasi meletusnya perang dagang antar kedua negara.

Kemudian, AS memasukkan delapan perusahaan teknologi raksasa asal China dalam daftar hitam, membuat kedelapan perusahaan tersebut tak bisa melakukan bisnis dengan perusahaan asal AS tanpa adanya lisensi khusus, seperti dilansir dari Bloomberg. AS beralasan bahwa kedelapan perusahaan tersebut terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap kaum muslin di Xinjiang, China.

China pun berang dengan langkah AS tersebut dan dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tak akan tinggal diam.

Kini, asa damai dagang yang sempat membuncah justru berubah menjadi kekhawatiran bahwa perang dagang akan tereskalasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)



Sumber: CNBCIndonesia.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...