http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Emas Amblas Lagi, Kesepakatan Dagang AS-China Jadi Nyata?

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali amblas pada perdagangan Jumat (11/10/19), melanjutkan penurunan tajam Kamis kemarin.

Pada pukul 20:52 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.476,65/troy ons, melemah 1,16% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara pada Kamis kemarin, logam mulai ini melemah 0,75%.

Spekulasi kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi penekan utama harga emas. Sinyal-sinyal bagus sudah muncul sejak Kamis kemarin.

Sebelum perundingan dagang dimulai Kamis waktu Washington, Presiden Trump, melalui akun Twitter pribadinya mengatakan akan bertemu langsung degan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

"Hari besar negosiasi dengan China. Mereka ingin membuat kesepakatan, apakah saya juga? Saya akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri besok di Gedung Putih," katanya sebagaimana dikutip dari CNBC International.

Selanjutnya Presiden AS ke-45 ini juga mengatakan perundingan kali ini berjalan sangat baik.

"Saya pikir ini berjalan sangat baik. Saya akan katakan, ini berjalan sangat baik" kata Presiden Trump di Washington sebelum bertolak ke Minnesota untuk berkampanye, sebagaimana dilansir CNBC International.

Tekanan bagi emas semakin besar pada hari ini, CNBC International mewartakan para pelaku pasar kini optimis akan adanya kesepakatan dagang terbatas AS-China.  Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump, melalui akun pribadinya Trump mengatakan "hal baik" sedang terjadi dalam negosiasi dagang dengan China.

[Gambas:Twitter]


Presiden AS ke-45 ini kembali menegaskan akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, dan berharap akan ada hasil yang signifikan. Sebelum amblas hari ini, harga emas sempat menguat ke level US$ 1.503,09/troy ons akibat memanasnya situasi di Timur Tengah.

Iran melaporkan kapal tanker miliknya terkena serangan dua misil di Laut Merah dekat pantai Arab Saudi, sebagaimana dilansir CNBC International. Reuters melaporkan pihak Arab Saudi belum mau memberikan keterangan atas serangan ke kapal tanker milik Iran tersebut.

Situasi di Timur Tengah memang sedang panas setelah bulan lalu dua fasilitas minyak milik Arab Saudi diserang drone yang mengakibatkan kerusakan parah. Amerika Serikat kala itu menuduh Iran sebagai dalang serangan, dan mengancam akan melancarkan serangan balasan. Iran tidak terima dan menyatakan siap berperang dengan AS dan sekutunya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(pap/pap)



Sumber: CNBCIndonesia.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...