http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

13 Hari Melantai di Bursa, Harga Saham Ini Boncos 58%

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga saham perusahaan rig minyak PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) kembali ambles 25% pada perdagangan Rabu (27/11/2019).

Saham ini ditutup pada harga Rp 189, turun 63 poin atau 25% dibandingkan dengan sehari sebelumnya Rp 252. Total transaksi saham WOWS pada hari ini mencapai Rp 4,82 miliar.

Saham WOWS baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2019 lalu. Adapun harga penawaran saham perdana dipatok di Rp 450/saham. Dengan demikian, harga saham WOWS telah anjlok 58% hanya dalam 13 hari sejak IPO.


Sebagai ilustrasi apabila berinvestasi sebesar Rp 100 juta pada harga IPO, maka di atas kertas nilai yang tersisa hanya Rp 42 juta pada hari ini.
Sebelumnya, WOWS memperoleh dana segar senilai Rp 337,5 miliar dengan melepas 750 juta saham atau setara dengan 30,29% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana ini oleh perusahaan akan digunakan untuk pembelian rig. Perusahaan akan menganggarkan dana dari perolehan IPO ini yang sebesar 61% hingga tahun depan.

Selain pembelian rig, perusahaan bakal mengalokasikan dana IPO ini sebesar 16% untuk pembelian aset tetap yakni yard workshop, sebesar 12% untuk modal kerja dan 10% untuk melunasi utang leasing.

Dari sisi keuangan, total aset perusahaan hingga akhir April 2019 lalu mencapai Rp 442,01 miliar dengan jumlah ekuitas senilai Rp 250,66 miliar. Pada periode tersebut, liabilitas perusahaan mencapai Rp 191,36 miliar.

Hingga 30 April 2019, pendapatan perusahaan mencapai Rp 58,12 miliar, ditargetkan hingga akhir tahun pendapatan bisa mencapai Rp 185 miliar. Tumbuh dari pendapatan di tahun lalu yang mencapai Rp 168,15 miliar.

Dari sisi laba bersih, hingga akhir April perusahaan sudah mengantongi laba bersih mencapai Rp 9,63 miliar, dengan target yang dipatok di tahun ini sebesar Rp 51 miliar. Akhir 2018 perusahaan berhasil membukukan pendapatan senilai Rp 26,92 miliar.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

Sumber: CNBCIndonesia.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...