http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Bank Mantap Genjot Kredit Naik 31,9% Sampai Akhir Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) tahun ini menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 31,9% menjadi Rp 20,46 triliun secara year on year (YoY) dari jumlah yang berhasil disalurkan di tahun lalu.

Direktur Bank Mantap Paulus Endra S mengatakan dalam perjalanan mencapai target kredit tersebut, hingga akhir Oktober 2019, bank yang merupakan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), sudah menyalurkan sebanyak Rp 19,47 triliun.

"Secara segmentasi, Bank Mantap terus meningkatkan penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen pensiunan yang mencapai 37,4% menjadi Rp 18,14 triliun pada akhir Oktober 2019. Diharapkan penyaluran kredit tersebut menjadi mesin utama perseroan dalam memperoleh laba di akhir tahun dengan proyeksi sebesar Rp 400 miliar atau meningkat sekitar 22% secara yoy," kata Paulus di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11/2019).


Untuk mendukung penyaluran kredit tersebut, Bank Mantap menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun. Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, yakni seri A beremisi Rp 700 miliar dengan kupon 7,90% per tahun dengan tenor 3 tahun.
Kemudian, seri B memiliki nilai emisi Rp 300 miliar dengan kupon sebesar 8,20% per tahun dengan jangka waktu selama lima tahun.

Dalam masa penawarannya, surat utang ini mendapatkan kelebihan permintaan hingga nilai mencapai Rp 2,8 triliun atau 2,8 kali dari target yang akan diterbitkan.

Untuk sebaran investornya, 99% dari investor yang menyerap surat utang ini berasal dari investor institusi sedangkan sisanya diserap oleh investor ritel.

Sampai dengan akhir bulan Oktober 2019 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 25,08 triliun atau tumbuh sekitar 35,2%, sedangkan posisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 19,16 triliun atau tumbuh 36,6%. Laba bersih perusahaan hingga akhir periode yang sama mencapai Rp 351,6 miliar, naik 21% dari periode yang sama tahun sebelumnya. (hps/hps)



Sumber: CNBCIndonesia.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...