http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Ini Rahasia Punya Properti Walau Usia Masih di Bawah 30 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia - Memiliki properti di usia muda, tepatnya sebelum usia 30 tahun, merupakan impian yang ingin diwujudkan. Namun, dengan harga properti dan tanah yang cenderung meningkat tiap tahunnya, impian untuk memiliki rumah di usia muda pun mungkin hanya bisa jadi mimpi belaka.

Namun, menurut perencana keuangan Ghita Argasasmita, hal itu mungkin untuk diwujudkan. Bahkan dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan sekalipun. Caranya adalah dengan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"KPR adalah cara termudah untuk memiliki properti. Tapi, harus concern bahwa ini adalah komitmen yang panjang seumur hidup," kata wanita yang juga Founder & Financial Advisor Integrita Financial itu dalam Investime CNBC Indonesia, Kamis (7/11/2019).

Namun, sebelum mengambil KPR, Ghita menyarankan agar memperhatikan beberapa hal penting. Misalnya mengubah pola pikir (mindset) dalam menghabiskan pendapatan, yang mana harus dibagi ke dalam beberapa hal.

"Jadi, sebelum memulai, rapikan dulu nih utang-utang. Terus kedua, mindset-nya coba latihan buat cicil dari 30% dari penghasilan untuk mengejar DP. Terus kemudian jangan lupa bentuk dana darurat," ujar Ghita.

"Penting sekali, tapi jarang sekali yang me-mention si dana darurat ini sebelum memulai KPR. Karena banyak sekali karena komitmennya panjang, batuk-batuk di tengah jalan buat cicil KPR-nya. Bentuk dana darurat dari 10% dari gaji. Manfaatkan itu," lanjutnya.


Kemudian, Ghita menyarankan agar sebelum mengambil KPR, untuk lebih dulu merapikan administrasi keuangan dan paling tidak memiliki pengalaman kerja di suatu instansi setidaknya selama dua tahun. Hal itu akan turut menjadi pertimbangan bank dalam memberikan izin kredit rumah, katanya.

"Karena bank juga nggak mau dong kalau misalnya ini orang kok pindah-pindah ya. Jangan-jangan nanti pas di tengah jalan lagi nyicil, gak bekerja. Gimana dong?," jelasnya.

Untuk masalah waktu kapan membeli properti atau tanah yang baik, Ghita mengatakan bahwa waktu yang tepat adalah secepatnya.

"Harga tanah itu kan balik lagi ke mekanisme pasar yang luar biasa. Kita pernah di angka 35% per tahun untuk kenaikan harga tanah. Kita berkejaran dengan ini. Makanya kalau saran saya, kalau misalnya di bawah 30 bisa dikejar, kejar dulu," ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)



Sumber: CNBCIndonesia.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...