http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Jakarta Ada Empat Kawasan Konservasi

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jakarta, Ahmad Munawir mengatakan, pihaknya sekarang ini memangku empat kawasa konservasi.

Empat kawasan konservasi yaitu Suaka Margasatwa (SM) Muara Angke, Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Cagar Alam (CA) Pulau Bokor, dan Suaka Margasatwa (SM) Pulau Rambut.

Berdasarkan hasil analisa terdapat sekitar 350,80 ha luas mangrove di Jakarta dengan terdapat tidak kurang dari 16 jenis mangrove sejati. Jenis-jenis mangrove sejati tersebut antara lain : Avicenia alba, Bruguiera eriopetala, Ceriops decandra, Rhizophora apiculata, Sonneratia acida/ S.alba, Xylocarpus granatum, dan jenis lainnya

"Berdasarkan hasil identifikasi dari tim BKSDA Jakarta terdapat keragaman satwa mulai dari kelompok reptile, mamalia, burung, dan ikan, " kata dia dalam keterangan resmi, Minggu (24/11/2019).

Dari kelompok reptil yang dapat dijumpai pada ekosistem mangrove di Jakarta antara lain adalah buaya muara (Crocodylus porosus), kura-kura ambon (Cuora amboinensis), biawak (Varanus salvator), ular welang (Bungaru fasciatus), ular pucuk (Ahaetulla prasina), dan lain-lain.

Di kawasan SM Pulau Rambut yang juga terdapat ekosistem mangrove bahkan dikenal sebagai "surge burung". Beberapa spesies burung yang hidup di ekosistem mangrove antara lain Cangak abu (Ardea cinerea), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Kowak Malam Kelabu (Nycticorax Nycticorax), Bangau Bluwok (Mycteria cinerea), Cikalang kecil (Fregata ariel), Elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), dan lain-lain.

"Sementara dari mamalia antara lain monyetr ekor panjang (Macaca fascicularis) dan kalong (Pteropus Vampirus) Dari kelompok ikan antara lain kan sapu-sapu (Hypotamus sp.), gabus (Ophiocephalus striatus)," jelas dia.

Adapun pelestarian penting untuk mendukung kembalinya fungsi hutan mangrove sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar kumpulan pohon-pohon mangrove.

Kedepan diharapkan generasi milenial pada umumnya dapat memahami tentang pentingnya untuk menjaga keberadaan satwa yang dilindungi serta ekosistem alami yang menjadi habitat bagi satwa tersebut. [adv]



Sumber: Inilah.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...