http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Pengembang Berebut Tanah, Kawasan Maja Jadi Incaran

Jakarta, CNBC Indonesia- Kawasan Maja di Lebak, Banten semakin diminati pengembang properti seiring meningkatkan kebutuhan masyarakat akan hunian. Baru-baru ini emiten properti milik keluarga Dato Sri Tahir pemilik Mayapada, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) membeli lahan seluas 318 hektar dengan status tanah girik.

Berdasarkan penjelasan perseroan dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen MPRO menjelaskan pembelian lahan ini dilakukan karena Maja merupakan salah satu pilihan terbaik yang masih ada saat ini setelah pengembangan area Tigaraksa, Bintaro, dan Serpong.

"Setelah harga tanah sudah tidak terjangkau di area Jakarta, pasar bergerak ke area sekitar Serpong, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Setelah area ini mengalami peningkatan harga, maka pasar pun bergerak menuju Maja," tulis manajemen.


Untuk itulah MPRO tertarik membuat kawasan hunian real estat berupa perumahan dan area komersil setelah mendapatkan izin lokasi seluas 1.600 hektar untuk dibebaskan dalam waktu jangka panjang.

Jauh sebelum MPRO masuk ke kawasan Maja, PT Hanson International Tbk (MYRX) bersama dengan Grup Ciputra telah mengembangkan hunian dengan konsep kota terpadu, Citra Maja Raya. Hunian ini merupakan Kota Baru Terpadu seluas 2.600 Hektar di Maja, Lebak, Banten. Kawasan terintegrasi yang merangkum hunian perumahan, komersil dan fasilitas yang lengkap dan modern.

Semenjak diluncurkan, Citra Maja Raya telah mengalami pertumbuhan yang pesat, lebih dari 16.000 unit rumah dan komersial telah dan sedang dibangun beserta fasilitas dan infrastruktur pendukungnya.

Citra Maja Raya digagas dengan konsep TOD (Transit Oriented Development). Untuk mendukung mobilitas penghuni, Citra Maja Raya telah didukung dan dilengkapi dengan KRL Commuterline, dan sarana stasiun yang modern dan nyaman.

Bahkan Hanson menyiapkan lahan baru untuk pembangunan stasiun. Berdasarkan informasi yang diterima CNBC Indonesia, calon stasiun tersebut berlokasi di Citra Maja Raya 1. Tanah tersebut tepat berada di pinggir rel Maja menuju Stasiun Tanah Abang atau Rangkasbitung.


Manajemen Hanson mengungkapkan karena banyak masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah yang akan bermukim di sana, maka stasiun berperan penting untuk transportasi. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu membeli kendaraan pribadi untuk ke Jakarta.

"Kalau di Stasiun Maja terlalu sempit, maka ditambah stasiun baru. Kami tinggal menunggu perizinan saja dari kereta api," ujar Manajemen Hanson.

Manajemen Hanson mengungkapkan targetnya stasiun KRL baru ini bisa selesai dua tahun mendatang, jika perizinan sudah ada. Bila izin turun maka pihak pengembang bisa langsung membangun, dan diharapkan bisa selesai sesuai target.

(dob/dob)



Sumber: CNBCIndonesia.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...