http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

RI-China Teken Kerja Sama Keamanan Ekspor-Impor Perikanan

RI-China telah saling mengakui kesetaraan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dan Cina melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan General Administration of Customs of China (GACC) menandatangani perjanjian kerja sama tentang jaminan keamanan dalam impor dan ekspor produk akuatik. Penandatanganan dilakukan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina, dan Wakil Menteri GACC, Zhang Jiwen, yang disaksikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kantor KKP, Jakarta Rabu (27/11).

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Indonesia dan China telah saling mengakui kesetaraan sistem jaminan mutu dan keamanan produk perikanan. Ke depannya, kedua negara juga akan berbagi informasi tentang ketentuan perundangan dan standardisasi; sistem inspeksi perkarantinaan; serta metodologi dan prosedur ekspor-impok produk akuatik.

Selain itu, Indonesia dan China juga akan bekerja sama dalam meningkatkan teknologi pada metodologi pengujian laboratorium.

Wakil Menteri GACC Zhang Ziwen mengatakan, China merupakan konsumen produk laut yang terbesar di dunia. Pada 2018, China mengimpor lebih dari lima juta ton produk kelautan dan perikanan. Ia menyatakan, negaranya tengah terus membuka diri untuk meningkatkan impor perdagangan, termasuk produk kelautan dan perikanan.

"Cina tidak akan hentinya membuka diri. China akan meningkatkan impor dan ekspor perdagangan, terutama perdaganan komoditas berkualitas tinggi," ujar Zhang dalam keterangan tertulis yang diterima Republika di Jakarta, Rabu (27/11).

Zhang menyebut, selama ini Indonesia telah berhasil merealisasi perdagangan sejumlah komoditi perikanan untuk masuk ke pasar China. Hal ini diperkuat dengan data perdagangan hasil perikanan Indonesia ke China pada 2018 yang mencapai surplus sebesar 580.583.364 dolar AS, dengan rincian nilai ekspor sebesar 675.981.147 dolar AS dan impor sebesar 95.397.783 dolar AS. Zheng meyakini perdagangan ini dapat ditingkatkan ke depannya.

"Kami ingin bergandeng tangan dengan negara lain. Bekerja sama dan berinovasi untuk menuju tatanan masyarakat yang aman, makmur, dan berdaulat di Asia," ucap Zhang.

Menteri Edhy menyambut baik hal ini. Ia menyebut, Indonesia merupakan negara dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar. Namun, saat ini Indonesia baru mengekspor beberapa jenis komoditas perikanan seperti cumi, lobster, rumput laut, dan telur ikan terbang ke China.

Menurutnya, potensi perdagangan produk kelautan dan perikanan antara Indonesia dan China masih sangat besar. Di satu sisi, Indonesia memiliki begitu banyak produk kelautan dan perikanan.

Sementara di sisi lainnya, China membutuhkan banyak komoditi kelautan dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pasarnya. "Kami masih punya banyak peluang-peluang lain. Ada 629 perusahaan yang bisa melakukan ekspor produk perikanan ke China. Saya yakin negara Anda butuh banyak ikan," ucap Edhy.

Edhy juga menyampaikan Indonesia terbuka untuk investasi di bidang industri perikanan. China dapat menjadi salah satu investor untuk mendorong industri perikanan di Indonesia.

"Peluang bisnis perikanan di Indonesia juga masih sangat besar," kata Edhy menambahkan.



Sumber: Republika.co.id

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...