http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Saudi Cermati Sistem Perbankan Jelang IPO Aramco

INILAHCOM, Riyadh - Bank sentral Arab Saudi memantau indikator perbankan setiap hari dan tidak melihat dampak pada likuiditas dari penawaran umum perdana (IPO) raksasa minyak Aramco.

Gubernur Otoritas Moneter Arab Saudi, Ahmed al-Kholifey mengatakan di sela-sela konferensi bahwa ia tidak khawatir tentang likuiditas karena ukuran IPO Aramco.

"Kami memantau semua indikator setiap hari dan jika ada tekanan pada likuiditas, pasti kami akan menyuntikkan likuiditas tetapi sejauh ini, semuanya meyakinkan," katanya, Minggu (24/11/2019) seperti mengutip cnbc.com.

Raksasa minyak andalan Arab Saudi ini, rencananya segera melepas 1,5% atau sekitar 3 miliar saham ke publik dengan harga penawaran antara 30-32 riyal per saham. Dengan harga penawaran tersebut, Saudi Aramco akan menghimpun dana sekitar US$ 25,6 miliar atau sekitar Rp 360,39 triliun.

Penawaran umum perdana saham atau IPO Aramco itu berpotensi mengalahkan rekor IPO Alibaba, yang berhasil meraup US$25 miliar saat melepas saham di bursa saham New York pada 2014.

Setelah berbagai penundaan, akhirnya Aramco memulai proses IPO pada 3 November lalu. Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, yang mengusulkan ide itu hampir empat tahun lalu, sedang mencari dana segar untuk diinvestasikan pada industri-industri nonmigas.

Selain itu, dia juga ingin menciptakan lapangan kerja dan mendiversifikasi perekonomian kerajaan itu agar tidak bergantung pada hasil penjualan minyak.

Namun Aramco belum menyebut pembeli siaga untuk saham yang ditawarkannya.



Sumber: Inilah.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...